Taklukkan Gunung Klotok: Siswa SMPIT Bina Insani Kediri Asah Karakter Melalui Jelajah Alam

KEDIRI, 22 NOVEMBER 2025 – Puncak Gunung Klotok menjadi saksi semangat pantang menyerah siswa-siswi SMP Islam Terpadu (SMPIT) Bina Insani Kediri. Pada Sabtu (22/11), puluhan siswa sukses melaksanakan kegiatan pendakian tahunan yang bertujuan untuk menguji ketahanan fisik sekaligus memperkuat karakter di alam terbuka.

Kegiatan pendakian ini bukan sekadar perjalanan wisata, melainkan bagian dari kurikulum pembentukan karakter yang dirancang khusus untuk memberikan pengalaman belajar nyata di luar ruang kelas.

Membangun Kemandirian dan Kepedulian

Sepanjang jalur pendakian, para siswa ditantang untuk saling membantu dan mengelola diri mereka sendiri. Adhima, salah satu siswa peserta pendakian, mengungkapkan betapa berkesannya kegiatan ini bagi dirinya dan teman-teman.

“Kegiatan ini sangat menarik dan seru! Di sini kami benar-benar belajar apa artinya kemandirian. Kami harus membawa perlengkapan sendiri, tapi di sisi lain kami juga belajar peduli. Kalau ada teman yang lelah, kami saling menyemangati dan bekerja sama supaya bisa sampai ke puncak bersama-sama,” ujar Adhima dengan penuh semangat.

Agenda Rutin Penguat Karakter

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Ustadz Syam All Anshory, S.H.I., menegaskan bahwa pendakian Gunung Klotok merupakan agenda rutin tahunan yang menjadi ikon pendidikan karakter di SMPIT Bina Insani Kediri.

“Ini adalah kegiatan tahunan yang kami konsisten laksanakan. Tujuannya jelas, yakni untuk membentuk dan menguatkan karakter siswa melalui kegiatan jelajah alam. Di gunung, mereka belajar tentang disiplin, ketangguhan, dan yang terpenting adalah tadabbur alam untuk meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT,” jelas Ustadz Syam All Anshory.

Belajar dari Alam

Melalui kegiatan ini, SMPIT Bina Insani berharap para siswa tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki mentalitas yang kuat dan kepribadian yang luhur. Medan Gunung Klotok yang menantang menjadi laboratorium alam yang efektif untuk mempraktikkan teori-teori kerja sama tim dan kepemimpinan yang selama ini dipelajari di sekolah.

Kegiatan diakhiri dengan aksi bersih gunung sebagai bentuk nyata kepedulian siswa terhadap kelestarian lingkungan, sebelum akhirnya kembali ke sekolah dengan membawa cerita perjuangan dan persaudaraan yang lebih erat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *